Diposkan pada Ikutan Lomba

BANG BING BUNG

Dahulu kala ketika duo serigala masih belum eksis di dunia pertelevisian Indonesia, ada dua orang penyanyi cilik yaitu Saskia dan Geofanny yang sering nongol di tv menyanyikan lagu Menabung ciptaan Oma Titiek Puspa. Lagu tersebut mengandung pesan yang positif untuk mengajak para pendengarnya, terutama anak-anak kecil, agar rajin menabung. Saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar saat lagu itu nge-hits dan termasuk salah satu anak yang sukses termakan bujuk rayu lagu yang memiliki lirik seperti berikut ini :

Bing beng bang yok kita ke bank

Bang bing bung yok kita nabung

Tang Ting Tung hey jangan dihitung

Tau-tau kita nanti dapat untung

Setelah mendengar lagu itu saya jadi rajin menyanyi, eh menabung maksudnya. Saya bangga banget setiap kali mampu menyisihkan uang jajan untuk ditabung di celengan berbentuk ayam, yang oleh Mamah saya bagian bawahnya sudah ditambal pake lakban berlapis-lapis. Bahkan gara-gara lagu itu, salah satu cita-cita masa kecil saya adalah bisa menabung di bank dan punya buku tabungan (http://www.cermati.com/tabungan) sendiri. Sederhana sekali, bukan? Well, namanya juga anak-anak jaman itu. Ceria dan nggak punya beban hidup. Cobaan hidup terberat paling cuma gara-gara gosip Enno Lerian jadian sama Bondan Prakoso *eaaaaaaaa,,ketauan deh seangkatan sama RA. Kartini*

Beranjak dewasa, urusan nabung menabung tidak lagi sesederhana seperti yang saya pikirkan waktu masih kecil. Saat sudah punya penghasilan sendiri, menabung malah menjadi prioritas nomor kesekian akibat tergoda menginvestasikan sebagian penghasilan untuk barang-barang konsumtif seperti tas, sepatu, pakaian, make up dan teman-teman sejawatnya. Tentunya barang-barang tersebut bukan untuk dijual lagi agar memperoleh keutungan, tetapi untuk digunakan sendiri. Maklum, namanya juga cewek nggak bisa nolak godaan untuk belanja *alasan klasik*

Namun akhirnya saya menyadari betapa pentingnya memiliki tabungan karena disaat kita mengalami hal-hal tidak terduga, khususnya yang berhubungan dengan masalah finansial, maka tabungan bisa menjadi P3K alias Pertolongan Pertama Pada saat Kepepet *oke, ini maksa!*

Berikut ini ada beberapa tips yang menurut saya cukup ampuh agar rajin menabung (dan membantu ibu 😀 ).

  1. Punya niat yang tulus dan suci serta keteguhan hati untuk menabung

Sebenarnya hal utama yang harus dimiliki agar rajin menabung adalah niat dan konsistensi. Sebanyak apapun uang yang kita miliki, jika tidak didasari niat dan keteguhan hati untuk menabung maka semuanya akan menjadi sia-sia belaka *tips macam apa ini?*

Intinya, jangan main tawar-tawaran lagi. Jika sedari awal kita sudah menetapkan niat kita untuk menyisihkan 10 persen dari penghasilan yang kita dapatkan setiap bulan untuk ditabung, maka sisihkanlah penghasilan sebesar yang sudah ditetapkan. Jangan sampai bulan ini berhasil menabung sebesar 20 persen dari penghasilan, tetapi bulan depan absen menabung dengan alasan pengeluaran membengkak. Hindari ketidak disiplinan dalam menabung. Sebaiknya rekening tabungan terpisah dari rekening bank yang digunakan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari agar tidak membingungkan dalam penggunaannya.

  1. Mencatat pendapatan dan pengeluaran tiap bulan

Penting untuk mengetahui arus keluar-masuk uang dalam pengeluaran pribadi kita dengan cara mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran setiap bulan. Pengeluaran rutin sehari-hari harus dicatat sedetail mungkin agar kita mengetahui penghasilan kita sebagian besar dihabiskan untuk apa. Selain itu, dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran secara terperinci, kita dapat membuat daftar prioritas penggunaan uang untuk bulan berikutnya. Hal ini bermanfaat untuk mengendalikan pengeluaran dan menghindari pemborosan. Jangan sampai terjadi uang yang seharusnya untuk ditabung malah digunakan untuk sulam alis tiga dimensi.

  1. Ikut arisan

Mungkin banyak orang yang skeptis sama arisan dikarenakan manfaat dari arisan itu sendiri masih kurang terpampang nyata selain hanya sebagai ajang silahturahmi dan kumpul-kumpul para sosialita *efek kebanyakan nonton sinetron*. Tetapi bagi saya pribadi, arisan itu bermanfaat karena bisa ‘memaksa’ peserta arisan untuk menabung dengan cara membayar iuran yang nominalnya telah ditetapkan sesuai kesepakatan. Asal jangan dapat arisan di awal karena bukannya menabung malah jadi kayak bayar kreditan. Arisan juga sebaiknya dilakukan bersama-sama dengan orang yang sudah kita kenal dengan baik untuk menghindari penipuan dan meminimalisir kerugian karena ada pihak-pihak yang susah ditagih iuran arisan.

Menabung memang susah-susah gampang namun bukan berarti tidak bisa dilakukan asalkan bisa disiplin dengan diri sendiri. Demikian pula dalam hal mengatur keuangan tidak semudah membalikkan telapak tangan gajah (mengutip kata-kata @shitlicious). Tapi kita hidup di jaman di mana semua informasi bisa didapatkan dengan mudah sehingga masalah dalam mengatur keuangan pun dapat diatasi dengan belajar melalui berbagai situs maupun media online yang khusus membahas tentang manajemen finansial. Salah satu situs terpercaya yang menyediakan artikel dan tips-tips bermanfaat seputar masalah keuangan adalah Cermati.com. Ingin lebih cerdas mengatur keuangan? Ingin mengetahui produk investasi yang paling tepat dan menguntungkan? Mau punya rumah pribadi tapi masih awam dengan istilah dan jenis-jenis KPR? Di Cermati.com semua permasalahan finansial yang sering dialami banyak orang termasuk saya, dibahas secara rinci dengan solusi yang mudah dipahami dan aplikatif. Jadi yang masih galau karena hare gene belum punya tabungan untuk ngelamar pacarnya, mulai lah membaca artikel di Cermati.com dan menabung sedikit demi sedikit untuk mewujudkan impian-mu anak muda!

Bang bing bung yok kita nabung yok…!

 

Salam hangat dan semoga bermanfaat 😀

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Share Tips Menabungmu bersama Blog Emak Gaoel dan Cermati” http://www.emakgaoel.com/2015/06/lomba-blog-share-tips-menabungmu.html

Iklan

Penulis:

Easy like 1.. 2.. 3..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s