Diposkan pada Serial TV

More Episode, Please?

Hello Again 🙂

Postingan kali ini masih tentang serial tv Amerike. Maapiinnn ane yak! Bukannya gak cinta produk Indonesia nih men temen, cuma masih SUMO (susah mup on) dari serial tv ber-genre komedi romantis a.k.a Romcom semacam Jane The Virgin. Setelah masa tayang Jane The Virgin season pertama selesai, saya malah tambah ngebet nonton drama komedi romantis made in USA. Pilihan pun jatuh ke beberapa serial drama romcom yang menurut saya jalan ceritanya menarik plus aktornya juga guanteng *alasan utama*.
Etapi yang bikin saya kesel, jalan cerita menarik plus aktor aktris yang rupawan belum menjamin serial tersebut akan berumur panjang. Beberapa serial drama komedi romantis yang pernah saya tonton, masa tayangnya sangat singkat dan dihentikan penayangannya oleh pihak produser setelah satu atau dua musim tayang. Mungkin salah satu alasannya karena rating yang kurang memuaskan ya. Kebayang kan, lagi semangat-semangatnya nonton dan merasakan apa yang karakter utama rasakan*duileeh*, tiba-tiba tamat gitu aja dong!

Hei produser! Gak ngertiin perasaan saya banget sih. Emosi udah turun naik kek goyang dribel-nya duo serigala eh akhir cerita malah gak jelas. Adek gak bisa diginiin, Bang! #eaaaaaaaa
Atas dasar kemanusiaan dan berhubung saya kurang kerjaan, saya mau nge-review beberapa serial romcom amrik yang masa tayangnya singkat dan alasan kenapa menurut saya seharusnya serial tersebut tidak dihentikan penayangannya. Gak banyak sih, cuma empat serial aja. Cekidot, baby!

1. Jane By Design (2012)

wb67

picture from http://img819.imageshack.us/img819/1018/wb67.jpg

Jane By Design (JBD) bercerita tentang Jane Quimby (Erica Dasher), pelajar SMA yang punya passion di dunia fesyen. Jane tinggal bersama kakaknya Ben (David Clayton Rogers) setelah sang Ayah wafat dan Ibu nya pergi meninggalkan mereka. Dengan kondisi keuangan yang pas-pasan karena Ben kerja serabutan (namun akhirnya diterima menjadi asisten pelatih olahraga di sekolah Jane), Jane iseng-iseng ngelamar kerja di Donovan Decker dan diterima jadi asisten pribadi seorang fashion designer bernama Gray Chandler Murray (Andie McDowell). Masalah pun timbul karena Jane harus merahasiakan pekerjaannya dari setiap orang bahkan dari kakaknya sendiri. Sementara teman-teman kantor Jane pun tidak ada yang mengetahui bahwa Jane sebenarnya masih anak sekolahan *Si Doel keleus anak sekolahan* dan dilarang bekerja karena masih dibawah umur. Jane harus menjalani dua kehidupan sebagai pelajar SMA sekaligus profesional di bidang fesyen dan mencari cara agar kedua hal tesebut dapat berjalan beriringan. Hanya Billy Nutter (Nick Roux) sahabat Jane dari kecil yang mengetahui rahasia hidup Jane tersebut dan selalu ada untuk membantunya.

JBD mengingatkan saya sama film Devil Wears Prada karena menampilkan dunia kerja di bidang fashion dan bos yang perfeksionis. Saya pertama kali nonton serial ini disalah satu saluran tv berlangganan sekitar tahun 2012 dan langsung kesengsem sama jalan cerita, baju-baju kece yang dipakai Jane serta Nick Fadden (Matthew Atkinson), one of Jane’s love interests, yang atletis bin kinyis-kinyis *teteup*. Sayangnya serial ini hanya bertahan 18 episode dalam satu musim tayang. Harusnya sih lanjut ke musim tayang berikutnya karena saya penasaran banget sama nasib pekerjaan dan kisah cinta Jane. Apakah Jane bisa terus berpura-pura menjadi orang dewasa untuk tetap mempertahankan pekerjaan impiannya? Terus Jane akhirnya bakalan jadian sama siapa nih? Sama Nick Fadden kah? atau rekan kerja nya di Donovan Decker? atau malah jadian sama sahabat kecilnya, Billy Nutter?Juga tidak menutup kemungkinan, Jane bakal balikan sama Tarzan *woiii,,beda cerita!*

Akhir cerita yang ngegantung bikin saya pengen nangis di ujung catwalk *hiks

2. The Carrie Diaries (2015-2014)

            carrie-diaries-ratings-are-in

Image from http://cdn01.cdn.justjared.com/wp-content/uploads/headlines/2013/02/carrie-diaries-ratings-are-in.jpg

            The Carrie Diaries (TCD) merupakan prekuel dari serial tv populer Sex and The City. Serial ini bercerita tentang kehidupan Carrie Bradshaw (AnnaSophia Robb) sewaktu masih duduk di bangku SMA dengan segala permasalahan khas anak muda amrik di tahun 1984. Carrie tinggal di kota kecil Castlebury bersama adik perempuannya Dorrit (Stefania Owen) yang nge-punk abis serta ayahnya yang seorang pengacara, Tom Bradshaw (Matt Letscher). Di sekolah, Carrie punya tiga sahabat yaitu Jill ‘Mouse’ Chen (Ellen Wong), Maggie (Katie Findlay) dan Walt (Brendan Dooling) yang selalu menjadi penyemangat Carrie terutama disaat Carrie baru saja kehilangan sang Ibu yang meninggal karena sakit. Untuk mengusir kesedihan Carrie akibat kematian ibunya, sang ayah menawarkan kesempatan magang di firma hukum milik sahabatnya di Manhattan. Saat magang di Manhattan itulah Carrie gak sengaja kenalan sama Larissa Loughlin (Freema Agyeman), seorang Style Editor di majalah fashion ternama. Larissa tertarik dengan selera fashion Carrie dan mengajaknya untuk bekerja di Majalah Interview. Carrie langsung galau sama tawaran itu karena dia masih magang di firma hukum sesuai keinginan ayahnya dan Larissa mengira dia seorang wanita dewasa padahal masih anak sekolahan *ada apa dengan anak sekolahan?*

Kisah remaja tanpa bumbu-bumbu percintaan tentunya bagai taman tak berbunga *heiiiii begitulah kata para pujanggaa*. Di TCD ini si Carrie naksir-naksiran sama Sebastian Kydd (Austin Butler), anak baru di sekolahnya yang tajir tampan menawan. Hubungan mereka bukan tanpa halangan karena ada Donna LaDonna (Chloe Bridges) yang juga naksir Sebastian. Belum lagi ayah Carrie juga kurang setuju kalo Carrie menjalin hubungan dengan Sebastian karena masa lalu Sebastian yang buruk *masa lalu…..biarlah masa lalu #maafsayadangdutbanget*

Setelah melewati 26 episode dalam dua musim tayang, TCD dihentikan penayangannya. Padahal Annasophia Robb sempat mengisyaratkan disalah satu sosmed miliknya bahwa akan ada season ke 3 dari serial ini. Ohhh it’s too bad! Saya terobsesi sama Kyddshaw dan pengen tau kelanjutan cerita cinta mereka. Chemistry Kyddshaw warbiyasaakk sekali sampai-sampai saya berharap mereka beneran pacaran di dunia nyata.

TCD jadi serial favorit saya banget deh for many good reason! Annasophia Robb sukses merepresentasikan young Carrie Bradshaw dan lepas dari bayang-bayang image Carrie Bradshaw yang melekat erat sama Sarah Jesica Parker. Oh iyaa,,satu lagi yang saya suka dari serial ini adalah wardrobe dan soundtrack-nya yang 80-an banget tetapi gak berasa lagi nonton serial ber-setting jadul. Gara-gara TCD juga saya jadi demen dengerin lagu dari band/penyanyi jadul kayak The Cars, The Smith,Madonna, even Cyndi Lauper 🙂

 So, why you guys have canceled this awesome tv series?*marah-marah ke produser*

3. Ground Floor (2013-2015)

           35044

           Image from http://images.tvrage.com/shows/36/35044.jpg

Wahai kalian para fans Pitch Perfect, pastinya sudah familiar sama Skylar Astin kan? Nah bebrapa waktu yang lalu saya nonton serial tv yang diperankan Skylar Astin berjudul Ground Floor. Di serial ini Skylar berperan sebagai Brody Carol Moyer, seorang bankir kece di perusahaan keuangan Remington Trust. Suatu hari perusahaan tempat Brody bekerja lagi ngadain pesta. Di pesta itu Brody kenalan dengan seorang cewek bernama Jenny (Briga Heelan) yang ternyata bekerja di gedung yang sama dengan tempat kerja Brody. Jenny bekerja di bagian pemeliharaan gedung yang letaknya di lantai dasar/Ground Floor sedangkan Brody di perusahaan keuangan di lantai paling atas gedung tersebut. Berdasarkan tempat kerja aja udah menggambarkan perbedaan antara kedua insan ini. Boleh dibilang Jenny dari kasta sudra dan Brody dari kasta ksatria (baja hitam). Hubungan yang awalnya hanya cinta satu malam ternyata berlanjut jadi hubungan yang serius. Yang rese’ sama hubungan mereka malah teman-teman dan rekan kerja Jenny maupun Brody. Menurut teman-teman Jenny, Brody sama seperti setiap karyawan di lantai atas (upstair guys) yang sombong karena punya pekerjaan bagus dan lulusan universitas bergengsi. Sedangkan menurut boss Brody, Mr. Mansfield (John C McGinley), Jenny kemungkinan cuma manfaatin Brody biar bisa ‘naik kelas’ karena pacaran sama pria mapan. Disamping itu, sejak mereka pacaran, Brody yang selama ini jadi anak emas Mr. Mansfield malah sering menomor duakan pekerjaan. Cerita yang berpusat pada kehidupan percintaan dan pekerjaan Brody menjadi lebih menarik karena setiap permasalahan diselesaikan dengan cara yang kocak tapi menyentuh. Dialognya juga lucu-lucu banget. Misalnya saat sesi curhat antara Brody dan Mr. Mansfield yang terkadang suka ngasih wejangan-wejangan absurd 😀

Ground Floor jadi semacam ajang reuni kecil-kecilan Pitch Perfect, karena selain ada Skylar Astin juga ada Alexis Knapp dan Anna Camp yang nongol di beberapa episode. Yang saya suka dari serial ini adalah banyak adegan nyanyi-nyanyi. Hehehe,,tapi gak kek pelem India yang kejedot pintu aja pake nyanyi! Dari serial ini juga saya jadi tau drama musikal “Wicked” dan surprise banget sama aktris Briga Heelan yang gak cuma cantik, seksi, cerdas, tapi juga bisa nyanyi dan lucu. Hahh menang banyak lo, Brigs!*dengki*

Sayangnya, Ground Floor cuma bertahan 20 episode dalam dua musim tayang. Sebel !!!

4. A to Z (2014-2015)­

a to zimage from

            Last but not least ada serial A to Z. Drama percintaan yang manis tentang dua anak manusia yang memiliki banyak perbedaan. Andrew Lofland (Ben Feldman) tipe cowok yang romantis dan percaya sama cinta sejati, sedangkan Zelda Vasco (Cristin Milioti) seorang yang realistis dan skeptis sama yang namanya cinta. Andrew bekerja sebagai marketing manager di perusahaan online dating ‘Wallflower” sedangkan Zelda seorang pengacara di sebuah firma hukum. Mereka pertama kali bertemu di kantor Andrew saat Zelda yang terdaftar jadi member Wallflower complain terhadap kesalahan sistem biro jodoh tersebut yang membuat Zelda malah nge-date dengan sesama wanita, padahal dia bukan lesbian. Andrew yang terpesona dengan Zelda sejak pandangan pertama baru menyadari ternyata gedung kantor mereka berdekatan dan kalau kerja bisa sambil curi-curi pandang dari jendela kantor masing-masing *awwww banget ga, sihhh?*

            Setiap episode di serial ini diberi judul sesuai urutan abjad romawi. Misalnya di episode pertama diberi judul ‘A is for ACQUAINTANCES’. Tapi baru juga sampai episode 13 alias huruf M, serial ini berhenti tayang. Gimana gak gondok, coba? Konsekuen donk! Kalau udah ngasih judul aja A to Z, ya selesein sampe akhir lah. Jangan berhenti ditengah-tengah dan ngegantungin perasaan penonton yang udah ngikutin cerita dari awal *da aku mah apa atuh, cuma fans drama komedi romantis garis keras* 😀

            Sekilas A to Z ngingetin saya sama film 500 days of Summer (ohh, I love Zooey Deschanel!). Awalnya, saya gak yakin bakal suka sama serial ini karena ide cerita tentang cewek dan cowok dengan banyak perbedaan yang saling jatuh cinta pada pandangan pertama sudah jadi bahan cerita yang umum banget. Ditambah lagi, Ben Feldman sebagai aktor utama kok kurang bisa ngambil hati saya sih *apa hubungannya, coba?*

Tapi setelah episode demi episode berlalu, #iHeartAtoZ dan cintaaaaaa sama Zeldrew. And Andrew, you’re not only win Zelda’s heart but also makes my heart sing *tsaaahhhhhh*

So……..after dating for eight months, three weeks, five days and one hour, what do you think happens to Zeldrew? Will they gonna married or break up?   meneketehe! kan serialnya di-canceled *tarik napas panjang* Ya sudahlah*tapi tetep kzl zbl to the max*

Walaupun serial-serial itu berhenti tayang, tapi aku nggak akan berhenti tayang sama kamu *apa banget 😀

Ada yang belum nonton serial-serial diatas? Coba ditonton deh! Siapa tau jadi ketularan kesel juga trus kita bisa kesel-kesel bareng 😀

Ps : maapin saya sok enggrisss tapi grammar awut-awutan :p

Iklan

Penulis:

Easy like 1.. 2.. 3..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s