Diposkan pada Uncategorized

MY IDOL, IS THAT YOU?

Adik sepupu saya (sebut saja Rafflesia Arnoldii, 15 tahun) suka heboh sendiri setiap ada aktor maupun boyband Korea favoritnya nongol di tv. Tentunya, hal itu mengingatkan saya kembali akan masa remaja yang indah lebih dari satu dekade yang lalu *uhukkk,,,tua*.

Masa di mana saya juga mengidolakan orang-orang terkenal, baik itu olahragawan, penyanyi maupun aktor. Masa di mana saya juga heboh setiap ngeliat idola saya di tv. Dinding kamar saya pun penuh dengan poster–poster yang memuat tampang gemesin para pesohor itu. Saya rela begadang untuk menonton pertandingan sepakbola demi ngeliat kegantengan Vincenzo Montella, Filippo Inzaghi, Michael Owen and the gank. Hafal lirik lagu-lagu Backstreet Boys dan menyisihkan uang jajan untuk beli kaset (Iya, jaman itu kaset masih eksis lho!) atau nge-rental VCD film-nya Leonardo DiCaprio, Freedie Prinze Jr, dan Devon Sawa. Kadang suka patungan juga sama teman untuk beli majalah yang menampilkan kabar terbaru dari idola masing-masing. Sambil membayangkan suatu saat jadi pacar sang idola. Oh, masa kejayaan cinta platonis!

Hmmm,, kenapa jadi ngomongin idola jaman dahulu kala nih?

Semua berawal dari hobi saya nonton serial komedi romantis amrik. Yes, I’m a huge fans of America’s Rom-com series!

Pada suatu hari yang nggak cerah-cerah amat, saya nonton serial Young and Hungry di Star World. Serial ini diperankan oleh Emily Osment sebagai Gabi Diamond. Gabi bekerja sebagai koki untuk Josh –something weird– Kaminski (Jonathan Sadoswki), seorang pengusaha muda di bidang IT yang lumayan ganteng, single dan super kaya. Ceritanya sih standar tentang kehidupan Gabi, baik tentang pekerjaan, persahabatan maupun kisah cintanya. Saya nggak punya ekspekstasi apapun sama serial ini. Kayak udah ketebak gitu jalan ceritanya. But okay, I’ll give it a shot.

Saya baru selesai nonton season 1 dan ternyata ending-nya diluar dugaan saya. Yah,cukuplah jadi alasan untuk ngelanjutin nonton ke musim tayang berikutnya. Ngemeng-ngemeng, serial ini sekarang sudah masuk musim tayang yang ke-3 sejak Februari 2016 lalu.

Mungkin karena saya kebanyakan nonton serial amrik, saya jadi familiar sama hampir sebagian besar aktor/aktris (utama maupun pendukung) di serial ini. Di setiap episode, saat ada aktor/aktris baru yang muncul, saya bakal bereaksi seperti ini :

“ Wah ada Ashley Tisdale!”

“Oh asisten Ari Gold di serial Entourage ikutan main juga ”

“Cowok itu yang jadi Billy di Jane by Design, kan?”

“Lah, kenapa ada pacarnya Lisa di Suburgatory?”

Ini sebenarnya nonton serial tv apa main kuis Ow ow Siapa Dia, sih!

Akhirnya tibalah saya di episode yang menampilkan seorang cowok geek (hot geek, actually) bernama Cooper Finley. Dia bekerja sebagai ahli komputer di perusahaan milik Josh dan naksir-naksiran sama Gabi. Cowok ini imut banget tapi kok tumben saya nggak kepo. Biasanya kalo ada cowok ganteng dikit aja seliweran di tv saya langsung googling nyari tau asal usul serta bibit bebet bobotnya (kek mau nyari jodoh, ye?). Mungkin karena tampilan Cooper yang too sweet malah bikin saya kurang tertarik untuk cari tau lebih lanjut. Baru di episode terakhir season 1 saya menyadari kalo ternyata si Cooper ini boleh juga, nih. Buru-buru deh nyari tau siapa aktor yang memerankan tokoh tersebut. And you know what? My 1st reaction was speechless *dengan mulut menganga lebar dan mata melotot*

SUMPAH nggak nyangka !

Ternyata yang jadi Cooper itu JESSE MCCARTNEY.

I REPEAT

IT’S JESSE MCCARTNEY!

Huaaaaa,,,,ini kan idola saya jaman dulu banget. Penyanyi solo pria dengan hits Beautiful Soul. Lagu yang kala itu menjadi lagu wajib buat saya karena hampir tiap hari dinyanyiin. Sampai temen saya aja sebel dengernya karena menurutnya lirik lagu itu gombal segombal-gombalnya.

I don’t want another pretty face

I don’t want just anyone to hold

I don’t want my love to go to waste

I want you and your beautiful soul

Lumayan gombal sih. Tapi kok menurut saya liriknya malah agak ngeri gitu. Kayak ritual pemujaan setan, I want you and your beautiful soul. Hmmm….tapi kalo setannya ganteng kayak Jesse….errrrrr *cakar-cakar manja*

Kok bisa saya nggak ngenalin Jesse Mccartney? Ngakunya mengidolakan Jesse McCartney, die-hard fans, tapi kok nggak kenal. Hayoooo kenapaaa?

Oke, pembelaan saya adalah karena Jesse Mccartney sekarang beda banget. He’s stop being blonde!!!! That’s why I don’t even recognize him.

Saya akui memang setelah hits Beautiful Soul di tahun 2004, saya nggak ngikutin lagi perkembangan Jesse Mccartney sebagai penyanyi. Saya malah baru tau kalau dia ternyata juga seorang aktor dan pencipta lagu Bleeding Love-nya Leona Lewis yang populer itu.

Waktu pertama kali nongol dengan video klip Beautiful Soul, Jesse identik dengan penampilan cute, berambut pirang dan model rambut polem (poni lempar). Persis Justin Bieber saat di awal karier.

Pembelaan saya yang kedua, dibandingkan artis lain seangkatan dia (ambil contoh Zac Efron), doi udah jarang nongol di layar kaca, layar lebar apalagi layar tancap. Coba deh sekali-sekali Jesse McCartney tampil di Pesbukers, kan eneng nggak bakalan pangling kek gini, bang!*duh, tontonannya Pesbukers*

Bayangkan betapa kagetnya saya setelah bertahun-tahun ngelupain Jesse Mccartney dan di tahun 2015 dia balik lagi di kehidupan saya dengan penampilan yang berbeda (a sexy-computer-genius look) seperti di serial Young and Hungry. Oh gosh, gimana tante bisa ngeh kalo itu kamu, Jesse? But thanks to maturity, anyway!

Alhasil, setelah CLBK sama Jesse, saya jadi rajin nonton performance doi saat nyanyi via youtube. And he can’t stop surprising me. Setelah berjalannya waktu yang mengubah banyak hal, ada satu yang tidak berubah yaitu cintakuh padamuh, Mas Jesse! *halahh*

Serius, suara Jesse tetap bagus pake banget apalagi saat nyanyi live.

Namun dengan talenta mumpuni seperti itu, saya agak heran kenapa karier Jesse McCartney terbilang stagnan? Serial tv, film dan lagunya juga kurang booming. Kurang promosi kah? Salah manajemen artis-nya kah? Atau salah gue? Salah temen-temen gue? *mendadak jadi Cinta AADC*

Sebagai fans, nggak ada yang lebih menyenangkan saat mengetahui artis pujaan saya terus berkarya walaupun hasil kerja kerasnya belum banyak diketahui orang. Saya berharap di masa mendatang Jesse McCartney lebih banyak terlibat di proyek-proyek film maupun musik yang bisa membawanya kembali ke puncak karier. Atau kalau karir keartisan masih mandek juga, coba ngelamar jadi bupati di kabupaten tempat saya tinggal deh, Jesse *yakaliii*

Pesan moralnya sih, tetap tekunlah melakukan apa yang menjadi passion kamu. Seperti Jesse McCartney yang pernah merasakan puncak karir namun terus berkarya sampai saat ini dan nggak peduli kalau dia kalah beken dari Raffi Ahmad *emang mereka saling kenal?*

Keep up the good work, my idol!

[/youtube=http:// alamat-url-di-youtube .com]

 

Iklan

Penulis:

Easy like 1.. 2.. 3..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s